(LPPM-UMKO) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) mencatatkan partisipasi aktif dalam kompetisi hibah nasional. Sebanyak 41 proposal berhasil diajukan oleh para dosen UMKO untuk Tahun Anggaran 2026 melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemendiktisaintek.
Berdasarkan data resmi yang dihimpun LPPM UMKO, total usulan tersebut terdiri dari 36 proposal penelitian dan 5 proposal pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini menjadi representasi semangat akademik para pengajar di lingkungan UMKO dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi sosial.
Kepala LPPM UMKO, Dr. Sri Widayati, M. Hum., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dosen yang telah bekerja keras menyusun draf usulan di tengah kesibukan mengajar.
“Terima kasih atas partisipasi dan perjuangan Bapak/Ibu dosen. Ini adalah langkah nyata dalam memperkuat tradisi riset di kampus kami,” kata Kepala LPPM UMKO pada Rabu, 7 Januari 2026 di Gedung Rektorat Lantai 2, Universitas Muhammadiyah Kotabumi.
Dia juga berharap puluhan proposal tersebut dapat lolos seleksi substansi sehingga mendapatkan pendanaan penuh dari pemerintah. “Semoga proposal penelitian dan pengabdian ini lolos didanai untuk Tahun Anggaran 2026 oleh Ditjen Risbang Kemendiktisaintek,” katanya.
Lebih lanjut, Sekertaris LPPM UMKO, Rohmani, M. Pd., mengatakan partisipasi dalam hibah Kemendiktisaintek ini merupakan agenda rutin yang krusial bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan klasterisasi dan rekognisi nasional.
“Melalui sistem BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), UMKO terus mendorong para dosen untuk tidak hanya unggul di dalam kelas, tetapi juga mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat melalui penelitian terapan dan program pemberdayaan,” kata Sekretaris LPPM.
Pihak Universitas optimistis bahwa peningkatan kuantitas usulan tahun ini akan berbanding lurus dengan kualitas hasil riset yang dapat dipublikasikan di jurnal-jurnal bereputasi internasional maupun nasional.